
Kegiatan launching dan sosialisasi Gerakan Gropyokan Nangani dan Mberesi Sampah Kota Tegal dilaksanakan pada Kamis, 30 April 2026, pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Pertemuan Perumda Air Minum Tirta Bahari Kota Tegal. Acara ini dihadiri oleh Wali Kota Tegal, Dediyon Supriyono, serta berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Tegal menyampaikan bahwa produksi sampah harian di Kota Tegal mencapai sekitar 170 ton, namun baru sekitar 30% yang dapat diolah. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung gerakan ini guna mencapai target pengelolaan sampah minimal 65%. Gerakan ini menyasar berbagai sektor, termasuk perkantoran, sarana pendidikan, fasilitas umum, dan masyarakat luas, dengan fokus pada pemilahan serta pengolahan sampah organik dan anorganik. Selain itu, diberikan pula bantuan kepada bank sampah berupa timbangan, drop box, dan komposter.
Narasumber pertama, Sulistio, menekankan pentingnya strategi pengelolaan sampah secara berkelanjutan melalui kegiatan rutin harian, program Jumat Bersih, serta kegiatan insidental. Narasumber kedua, Agus Dwi Sulistyantono, menyampaikan rencana pelaksanaan lomba kreativitas pembuatan drop box dan komposter antar OPD yang akan digelar pada Mei 2026. Selanjutnya, Narasumber ketiga, Yuli Prasetyo menjelaskan bahwa OPD akan berkolaborasi dengan kelurahan sebagai “orang tua asuh” dalam penanganan sampah. Program ini melibatkan kepala OPD, kepala sekolah, kepala puskesmas, ASN, serta stakeholder terkait.
SMKN 2 Tegal bersama Dinas Sosial ditugaskan sebagai orang tua asuh di Kelurahan Kemandungan, Kecamatan Tegal Barat, dengan pendamping dari DLH, yakni Kabul. Adapun tugas utama meliputi edukasi pemilahan sampah rumah tangga, penguatan jejaring, serta pengembangan inovasi dan monitoring evaluasi.
Dengan dimulainya program ini pada Mei 2026, diharapkan Kota Tegal dapat mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman melalui sinergi seluruh elemen masyarakat.
